Friday , 02 October 2009-18:55:27
Kontributor : Teks : AruL ArisTa (Senior Editor) / Foto-Foto: Istimewa
Qory Sandioriva-Finalis PPI NAD; Optimis Tanpa Jilbab
Jago Silat & Bahasa Perancis
“Penampilan dari negeri serambi Mekkah, Aceh sempat mencuri perhatian para jurnalis dan sesaat hampir tidak percaya, Mengapa tidak memakai jilbab ? Pasti Anda juga ingin tahu bukan salah seorang finalis Puteri Indonesia 2009 satu ini.”
Jakarta, Kabarindo- Nampak Aceh masih identik dengan penegakan syariat Islam dan segala hal yang bersifat menutup aurat. Apalagi dengan peraturan daerah (qanun) NAD No.11 tahun 2002 mewajibkan para wanitanya berjilbab, namun wakil Aceh dalam ajang pemilihan Puteri Indonesia 2009 justru tidak memakai jilbab. Bisa jadi setelah mengetahui lebih lanjut gadis belia satu ini yang disapa Qory tidak tinggal dan menetap di Aceh.
Gadis manis bernama Qory Sandioriva, 18, mahasiswi semester 1 jurusan Sastra Inggris, Universitas Indonesia. Qory menyatakan bahwa sampai ajang final pemilihan Puteri Indonesia yang akan digelar pada Jum’at (9/10) mendatangpun ia tetap tidak akan mengenakan jilbab. Lebih lanjut Qory utarakan sikap sejauh yang ia pahami, Islam tidaklah kaku dalam mewajibkan wanita untuk berjilbab. Islam tetap mengutamakan jilbab yang berasal dari hati, yaitu jilbab yang berasal dari kecerdasan pikiran dan kebaikan berprilaku.
“Yang saya ketahui dari agama Islam adalah, kepribadian yang luhur itu juga ditentukan dari brain (otak) dan behavior (prilaku), artinya, saya tidak harus memakai jilbab, tapi saya tetap harus menunjukkan kepribadian luhur di dalam Islam tersebut, jadi yang saya jilbabi adalah hati dan kepribadian saya,” papar Qory yang dijumpai Waspada Online dalam jumpa pers pemilihan Puteri Indonesia 2008 di hotel Nikko, Jakarta (30/9) seperti dikutip dari Waspada Online. Walau tidak berjilbab, Qory mengaku telah mendapat restu dari pemerintah daerah (Pemda) Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Ia menyatakan bahwa Pemda NAD tidak mempermasalahkan soal jilbab yang tidak dikenakannya, mereka hanya berpesan agar Qory tetap membawa nama baik Islam dan Aceh lewat kepribadiannya.
“Saya sudah berkonfirmasi dengan gubernur Aceh dan Sekretaris Daerah, mereka mengijinkan saya tidak memakai jilbab, dengan catatan saya harus bisa tetap membawa nama baik Aceh, dalam arti hubungan baik dengan sikap yang Islami,” tandasnya.
detikcom – 

SBY akan mengambil Boediono sebagai pendamping. Gubernur Bank Indonesia (BI) itu dianggap tepat menjadi cawapres. Dia hebat ‘hitung-menghitung’, bersih, dan berasal dari profesional. Boediono, di tengah banyaknya cawapres yang diajukan partai politik klan koalisi, memang merupakan jawaban yang pas. 